Rabu, 04 Mei 2011

Kemampuan memahami konsep perkalian dan pembagian



Konsep perkalian merupakan lanjutan dari konsep operasi penjumlahan.
Perkalian pada dasarnya adalah penjumlahan yang berulang (sebanyak
angka pengalinya). Sedangkan konsep pembagian adalah lanjutan dari
konsep operasi pengurangan. Pembagian pada dasarnya adalah
pengurangan yang berulang (sebanyak angka pembaginya). 
Kedua konsep operasi hitung ini akan bisa dikuasai anak hanya bila anak
telah menguasai konsep penjumlahan dan pengurangan.
Pada anak yang kesulitan mengalikan atau membagi akan cenderung
menebak-nebak jawaban atau tidak cermat melakukan proses
penghitungan.
Contoh:

Perkalian dijadikan penjumlahan 
Perkalian yang tidak cermat
Pembagian dijadikan pengurangan
Pembagian yang tidak cermat
Dan seterusnya.

= 2  x 5 = 7
= 2  x 5 = 8
= 12 : 3 = 9
= 12 : 3 = 6



  Kemampuan Menjumlah dan Megurang Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan positif dan negatif. Penjumlahan
bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif lain pada umumnya
tidak ditemukan kendala.

Misal:

10 +  3  = 13
  7 + 13 = 20

Pada operasi pengurangan yang nilai pengurangnya lebih kecil, juga
tidak ditemukan kendala.

Misal:

 10 - 3  = 7
 17 - 8  = 9



Kesulitan-kesulitan yang dihadapi pada operasi penjumlahan dan
pengurangan bilangan bulat yaitu:
(1) Penjumlahan bilangan bulat positif dengan negatif
Contoh: 14 + (-10)  = ....
5 +  (- 9)  = ....
(2) Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan positif
Contoh:   - 7 + 9      = ....
- 8 + 3      = ....
(3) Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan negatif
Contoh:   -8 + (-7)    = ....
-9 + (-12)  = ....
(4) Pengurangan bilangan bulat positif dengan positif (bilangan
pengurangan lebih besar)
Contoh:   6 – 10     = ....
8 – 12     = ....
(5) Pengurangan bilangan bulat positif dengan negatif
Contoh:   7 – (-10)   = ....
9 – (-3)   = ....
(6) Pengurangan bilangan bulat negatif dengan positif
Contoh:  - 4 – 8      = ....
-5 – 9      = ....
(7) Pengurangan bilangan bulat negatif dengan negatif
Contoh:  - 3 – (-5)   = ....
-7 – (-2)   = ....

Dari uraian di atas, tampak bahwa kemampuan berhitung merupakan
kemampuan yang sifatnya bertingkat. Dimulai dari tingkat yang paling
sederhana, yaitu kemampuan dasar (seperti klasifikasi, komparasi, seriasi,
serta simbolisasi dan konservasi) sampai kemampuan yang kompleks (yang
sifatnya operasional seperti nilai tempat, operasi hitung penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian). 
Dengan demikian, kesulitan berhitung (diskalkulia) pada anak  berkesulitan
belajar pun bisa terjadi pada tingkat-tingkat kemampuan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar