Selasa, 29 Maret 2011

EVIDENCE BASED NURSING



Evidence-Based Practice (EBP), salah satunya adalah Evidence-Based Nursing (EBN), merupakan pendekatan yang dapat digunakan dalam praktik perawatan kesehatan, yang berdasarkan evidence atau fakta. Selama ini, khususnya dalam keperawatan, seringkali ditemui praktik-praktik atau intervensi yang berdasarkan “biasanya juga begitu”. Sebagai contoh, sewaktu di pendidikan, cairan yang digunakan dalam perawatan luka adalah povidone-iodine 10%. Nah, praktik ini dipakai “over & over” meskipun yang bersangkutan menjelang pensiun. Bila diberikan masukan, kadang-kadang jawaban yang keluar adalah : “ Selama ini juga begini, pasiennya juga sembuh.” Padahal, berdasarkan penelitian yang terbaru, air kran atau air matang saja bisa digunakan untuk perawatan luka.
Merubah sikap adalah sesuatu yang sangat sulit, bahkan mungkin hal yang sia-sia. Orang tidak akan bisa merubah adat orang lain, kecuali orang-orang di dalamnya yang merubah diri mereka sendiri. Tetapi meningkatkan kesadaran, status ekonomi dan masalah kesehatan di masyarakat, akan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Tentu yang mereka tuntut adalah pelayanan yang paling efektif & efisien.
Evidence ini dapat berupa hasil penelitian terbaru atau buku/sumber yang lain. Jadi jelasnya, harus ada data atau literatur yang mendasari penulisan essay tersebut ( sebenarnya kata essay lebih banyak digunakan dalam lingkup pendidikan). Datanya pun tidak boleh berat sebelah. Harus ada counter-argument yang lain. Ini dimaksudkan supaya orang tidak menyangka bahwa dirinya baru "dirayu atau dipengaruhi". Singkatnya, evidence dalam tulisan tersebut harus balance positif-negatif-nya atau keuntungan-kerugian-nya
Sebenarnya perawat baru yang dicontohkan di atas mempunyai maksud yang baik. Tetapi jelas orang akan tetap menganggapnya aneh dengan jawabannya tadi. Bagaimana mungkin perawat senior yang sudah bekerja puluhan tahun akan percaya oleh anak seumur jagung yang pasang infus saja belum tentu jadi? Tidak bisa hanya sekedar bilang. Tetapi kalau perawat junior tersebut bisa menunjukkan evidence yang jelas dan ada penelitiannya, cepat atau lambat, budaya "biasanya" tersebut juga akan terkikis sedikit-demi-sedikit. Orang akan mampu apabila dia sudah mau. Dia mau kalau dia memang tahu. Memberi tahu dengan cara bijak akan lebih berhasil dibandingkan dengan cara yang tidak bijak atau hanya sekedar kata-kata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar