Rabu, 16 Februari 2011

PEMBENTUKAN KOSMOS

BEBERAPA CATATAN SAINS MODERN TENTANG PEMBENTUKAN KOSMOS
 
SISTEM MATAHARI
 
Bumi  dan  planet-planet  yang  beredar   sekitar   matahari
merupakan  suatu  alam  yang  teratur yang dimensinya sangat
besar bagi ukuran  manusia.  Bukankah  bumi  itu  dipisahkan
daripada matahari oleh jarak ± 150 juta km? Jarak ini sangat
besar bagi manusia,  tetapi  jarak  itu  sangat  kecil  jika
dibandingkan  dengan jarak yang memisahkan matahari daripada
planet yang paling jauh dalam sistem matahari. Dengan  angka
bulat  jarak  itu  adalah  40  kali lebih besar, jadi kurang
lebih 6 milliard km. Lipatan  jarak  tersebut,  yakni  ±  12
milliard  km  menunjukkan dimensi yang terbesar dalam sistem
matahari. Cahaya matahari memerlukan waktu  enam  jam  untuk
sampai  di  planet  tersebut,  yang  bernama Pluton, padahal
cahaya itu mempunyai kecepatan vang dahsyat,  yakni  300-000
km  per  detik.  Tetapi  beberapa  milliard tahun diperlukan
cahaya untuk perjalanan dari  bintang-bintang  yang  terjauh
sepanjang  pengetahuan  manusia sekarang sampai ke bumi kita
ini.
 
GALAKSI
 
Matahari  dari  bumi  kita  ini  merupakan  satu  di  antara
satelit-satelit  lain  yang  melingkunginya  hanya merupakan
satu unsur yang tak berarti di antara  beribu-ribu  milliard
bintang  yang  keseluruhannya  merupakan suatu kumpulan yang
dinamakan galaksi. Kita dapat melihat angkasa (space)  penuh
dengan  malam musim panas yang indah yang membentuk apa yang
dinamakan kabut  susu.-  Kelompok  bintang-bintang  tersebut
mempunyai  dimensi yang sangat amat besar. Jika cahaya dapat
menempuh seluruh sistem matahari dalam beberapa jam,  cahaya
itu  memerlukan 90 ribu tahun untuk memotong jarak dari satu
sudut yang paling jauh kepada sudut imbangannya yang  paling
jauh dalam suatu kelompok bintang-bintang yang paling kompak
yang merupakan galaksi kita.
 
Dan lagi galaksi kita  ini,  yang  begitu  dahsyat  besarnya
seperti  yang  kita  lukiskan  di atas, hanya merupakan satu
unsur  kecil  daripada  langit.  Terdapat  kumpulan-kumpulan
raksasa  daripada  bintang-bintang  yang  mirip dengan kabut
susu di luar galaksi kita.
 
Kumpulan-kumpulan raksasa bintang-bintang itu baru diketahui
manusia   50   tahun  yang  lalu,  yaitu  karena  eksplorasi
astronomik (penyelidikan  bintang-bintang)  dapat  mengambil
manfa'at  dari  alat-alat  optik  yang sempurna seperti alat
yang memungkinkan dibuatnya teleskop Mount-Wilson di Amerika
Serikat.  Dengan  cara  ini  orang dapat mengetahui sejumlah
besar sekali daripada  galaksi  serta  galaksi-galaksi  lain
yang terpisah dan terdapat pada jarak-jarak yang sangat amat
jauh, sehingga memerlukan ukuran sendiri yaitu ukuran  tahun
cahaya   yang  dinamakan  Parsec,  yakni  suatu  jarak  yang
ditempuh oleh cahaya dalam 3,26 tahun, dengan kecepatan  300
ribu km per detik.
 
FORMASI DAN EVOLUSI GALAKSI, BINTANG-BINTANG DAN
SISTEM-SISTEM PLANETER
 
Apakah yang pernah ada dalam ruang  yang  sangat  amat  luas
yang  sekarang  dihuni  oleh galaksi. Sains modern tak dapat
memberikan jawaban kepada soal ini,  kecuali  jika  bertolak
dan  periode  tertentu  dari  evolusi  kosmos yang Sains itu
sendin tak dapat mengira jarak waktu yang memisahkan  antara
kita dan kosmos.
 
Sains  modern  berpendapat  bahwa  kosmos telah terjadi dari
kumpulan gas yakni hidrogen dan sedikit helium yang berputar
secara  pelan  pada  zaman  yang  sangat  kuno. Kumpulan gas
tersebut kemudian terbagi menjadi  potongan-potongan  banyak
daripada  dimensi  dan kelompok yang sangat besar. Ahli-ahli
ilmu astrofisika (fisika bintang) mengirakan  bahwa  dimensi
tersebut  adalah  satu  milliard  sampai  100  milliard kali
besarnya matahari, dan besarnya matahari adalah 300.000 kali
besarnya  bumi.  Angka-angka  tersebut  memberikan  gambaran
kepada kita tentang pentingnya kelompok gas  mula-mula  yang
kemudian melahirkan galaksi.
 
Pecahan  baru  terjadi  lagi dan melahirkan bintang-bintang.
Kemudian terjadilah proses kondensasi  di  mana  daya  tarik
(karena  benda-benda itu bergerak dan beredar sangat cepat),
tekanan, pengaruh medan-medan magnetik dan radiasi  semuanya
memberikan pengaruh.
 
Bintang-bintang  menjadi bercahaya karena perubahan kekuatan
daya tarik menjadi energi  panas.  Reaksi  termonuklir  ikut
melakukan  peran  dan  karena bercampur maka terjadilah atom
berat yang menggantikan  atom  ringan.  Dengan  begitu  maka
hidrogen,   menjadi  helium,  kemudian  menjadi  karbon  dan
kemudian lagi menjadi oksigen, dan akhirnya  menjadi  logam,
kemudian   menjadi   metalloid.   Jadi  bintang-bintang  itu
mempunyai  kehidupan  dan  astronomi  modern   telah   dapat
menyusun klasifikasi mengenai perkembangan bintang tersebut.
Bintang   itu   juga   mengalami   kematian.   Dalam   tahap
perkembangannya  yang  terakhir  terjadi suatu ledakan dalam
beberapa bintang dan setelah itu bintang-bintang itu mati.
 
Planet-planet,  khususnya  bumi,   terjadi   karena   proses
perpisahan  dari  kumpulan  gas  asli yang pada permulaannya
merupakan kumpulan gas primitif.  Semenjak  1/4  abad,  para
ahli  sudah  sepakat  bahwa matahari menjadi beku (padat) di
dalam gumpalan  utama,  sedang  planet-planet  lain  menjadi
padat  di  tengah-tengah  orbit  yang melingkungi bumi. Kita
harus ingat dan hal ini sangat penting dalam persoalan  yang
kita  hadapi  sekarang,  bahwa  tak  ada  urut-urutan  dalam
terjadinya unsur-unsur  samawi  seperti  matahari  dan  juga
dalam   unsur  di  bumi.  Yang  terjadi  adalah  paralelisme
perkembangan dengan identitas masing-masing.
 
Di sini, Sains memberi keterangan kepada kita tentang  waktu
kejadian-kejadian    tersebut   di   atas   terjadi;   orang
memperkirakan umur galaksi kita 10  milliard  tahun,  dan  5
milliard  tahun  kemudian  menurut  hipotesa ini, terjadilah
sistem  matahari.   Penyelidikan   tentang   radio-aktivitas
menunjukkan  bahwa  bumi  dan  matahari  telah  terjadi  4.5
milliard tahun yang lalu;  menurut  perhitungan  yang  lebih
baru,  umur  bumi  dan  matahari dikurangi 100 miliun tahun.
Koreksi waktu ini mengherankan;  koreksi  tersebut  berarti:
0.1/4.5 =2.2%, padahal faktanya 100 juta tahun.
 
Mengenai terbentuknya sistem matahari, ahli-ahli astrofisika
telah memperoleh data-data tentang proses-proses  umum  yang
dapat  diringkaskan.  Perpadatan (kondensasi) dan pengecilan
kumpulan    gas    yang    beredar,     perpecahan     dalam
potongan-potongan, semua itu telah menghasilkan matahari dan
planet-planet,  termasuk  bumi  kita.13  Hasil-hasil   Sains
tentang  kumpulan  gas primitif dan caranya berpecah menjadi
bintang-bintang  yang  tak  terhitung  jumlahnya  dan   yang
terhimpun  dalam  galaksi  telah  membenarkan  secara  pasti
konsep adanya alam ganda,  tetapi  tidak  memberi  kepastian
tentang adanya sesuatu planet yang menyerupai bumi.
 
KONSEP ALAM GANDA
 
Walaupun begitu  ahli-ahli  astrofisika  modern  berpendapat
bahwa  sangat  boleh  jadi ada planet-planet yang menyerupai
bumi. Mengenai sistem matahari tak ada ahli astrofisika yang
mengatakan   kemungkinan   adanya  planet  seperti  bumi  di
dalamnya. Oleh karena itu  planet-planet  seperti  bumi  itu
harus  dicari  di  luar  sistem matahari, mereka mengira ada
kemungkinan terdapatnya planet seperti bumi di  luar  sistem
matahari karena alasan-alasan sebagai berikut:
 
Orang  memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari
100 milliard bintang, masing-masing mempunyai sistem  planet
seperti   sistem   matahari.   Memang  50  milliard  bintang
mempunyai rotasi (edaran) yang pelan, dan hal ini  mendorong
kita  untuk menduga bahwa ada planet-planet yang melingkungi
masing-masing sebagai satelit. Jauhnya  bintang-bintang  itu
menyebabkan kita tidak dapat melihat planet-planet tersebut,
akan tetapi adanya  planet-planet  satelit  tersebut  sangat
boleh  jadi  karena  sifat-sifat  trajektori. Pergelombangan
ringan  daripada  trajektori  bintang   menunjukkan   adanya
satelit yang menemani bintang tersebut.
 
Sebagai  contoh  bintang  yang diberi nama Bernard mempunyai
suatu teman di luar trajektori Jupiter, bahkan  mungkin  ada
dua satelit.
 
P. Guerim seorang ahli astrofisika menulis: "Sistem planeter
sudah terang, tersebar banyak dalam kosmos, sistem  matahari
dan   bumi   tidak   satu-satunya  yang  ada."  Kemudian  ia
lanjutkan: "Kehidupan, sebagai planet-planet yang memberinya
tempat juga tersebar di seluruh kosmos, dimana saja terdapat
kondisi  fisis-kimiawi  yang  diperlukan  untuk   terbukanya
kehidupan tersebut dan perkembangannya selanjutnya."
 
MATERI INTERSTELLAIR
 
Proses  pokok terbentuknya kosmos adalah padatan materi dari
kelompok gas primitif: terpecahnya  dalam  beberapa  pecahan
yang  menjadikan bahan galaksi. Bahan galaksi berpecah-pecah
menjadi bintang-bintang dan planet-planet yang lebih  kecil.
Perpecahan  yang terus menerus itu meninggalkan elemen pokok
yang  dapat  kita  namakan  "sisa"  nama  ilmiahllya:  bahan
galaksi interstellair
 
Bahan  galaksi  interstellair dilukiskan dari beberapa aspek
yang berlainan. Kadang-kadang dari  aspek  nebula  (kelompok
bintang) yang gemerlapan, menyebarkan sinar yang diterimanya
dari bintang-bintang lain yang dapat  dibentuk  dengan  debu
atau  asap  menurut  istilah  astrofisika; kadang-kadang dan
aspek  nebula  yang  remang-remang  dan  tidak  padat,   dan
kadang-kadang  dari  bahan-bahan  interstellair  yang  lebih
misterius   seakan-akan   untuk   menghalangi    pengambilan
gambar-gambar  angkasa. Adanya jembatan materi antar galaksi
sudah dapat dipastikan walaupun sangat tidak  padat:  tetapi
oleh karena memenuhi ruang yang sangat besar dan galaksi itu
berjauhan sekali satu  daripada  lainnya,  gas-gas  tersebut
dapat  bertemu  dengan  kelompok  lain  yang  walaupun tidak
padat,  dapat  melalui  kumpulan  gas  galaksi.  A.  Boichat
mengatakan  bahwa  adanya  kumpulan  gas  antar  galaksi itu
sangat penting dan dapat menimbulkan perubahan besar tentang
perkembangan kosmos.

BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern Dr. Maurice Bucaille   Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar